FREE 2 MBPS INTERNET HOTSPOT AT DEPARTURE TERMINAL - FIRST TIME IN INDONESIA AIRPORTS
Skip to content

Bali International Airport Official Website

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size default color black color cyan color green color red color
Home arrow Artikel
Artikel
PATUNG GATOTKACA Print E-mail
Written by Humas   
Wednesday, 02 December 2009
Image
 ImageImage
 

Bila anda menuju Bandara Ngurah Rai dan masuk lewat jalan By Pass dari arah Timur atau lewat Jalan Raya Tuban dari arah utara, anda akan melewati sebuah patung berwarna putih yang menggambarkan sebuah kereta perang yang ditarik oleh enam ekor kuda dan ada dua tokoh wayang di atasnya yang sedang bertempur. Itulah Patung Gatotkaca (sering pula disebut Patung Kuda). Patung tersebut persis berada di depan Pintu Gerbang Bandara Ngurah Rai, dan sejak berdiri sudah menjadi salah satu icon Pulau Bali. Banyak para wisatawan yang mampir untuk mengabadikan patung tersebut, bergaya di depannya untuk diabadikan dan membawa pulang gambar tersebut ke Negara mereka.

Beberapa minggu ini penampilan Patung Gatotkaca tersebut jauh nampak lebih asri, karena taman yang ada di sekitar patung tersebut sudah tertata cantik, dan patungnya juga sudah nampak “KINCLONG” dengan warna putih bersih dengan semburat warna biru yang berasal dari warna kolamnya. Dan pada malam hari dengan penataan lampu yang apik, Patung Gatotkaca tampak lebih  indah dari sebelumnya. Inilah salah satu bentuk kepedulian PT. Angkasa Pura I (Persero) terhadap lingkungan sekitarnya dengan menerima pengalihan penataan kawasan Patung Gatotkaca sejak Bulan Juli 2009 yang semula dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Badung. Menjaga kebersihan dan keindahan wilayah sekitar Bandara Ngurah Rai merupakan salah satu komitmen PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Utama Bandara Ngurah Rai Bali. Dan diharapkan pula masyarakat dan aparat setempat ikut menjaga keindahan Patung Gatotkaca itu secara bersama-sama.

 
Last Updated ( Friday, 11 December 2009 )
 
Bali dan Kemacetan Print E-mail
Written by Humas   
Wednesday, 19 August 2009
Oleh HERU LEGOWO
 
Image Bali menjadi kebanggaan kita semua. Kondisi keamanan yang semakin kondusif barangkali menjadikan daya tarik Bali semakin meningkat di dunia. Pasca demo besar-besaran di Thailand beberapa waktu yang lalu dan beberapa kekacauan di negeri gajah putih itu, membuat Bali menjadi alternatif pilihan yang semakin menarik. Indikasinya adalah semakin seringnya kegiatan yang bersifat internasional dilaksanakan di Bali. Setelah Bali Beach Game, sampai dengan pertemuan Forum International Coast Guard yang dihadiri oleh beberapa menteri beberapa minggu yang lalu; menjadi bukti nyata bahwa Bali semakin dipercaya sebagai tujuan wisata yang aman. Kondisi ini menjadi indikator pariwisata yang penting dan perlu terus dipertahankan.
 
Penulis sudah bertemu dengan berbagai warga negara dan wisatawan asing, yang sudah berkeliling ke seantero penjuru dunia. Jika ditanya daerah mana yang ingin sekali mereka kembali lagi? Jawabannya hampir pasti, Bali! Bali mempunyai daya tarik yang begitu kuat. Bali memiliki taksu yang luar biasa. Kelebihan yang tidak banyak dimiliki daerah wisata lain di dunia. Salah seorang rekan penulis yang keturunan India Prem Bhojwani, bahkan mengatakan Bali memiliki nilai spiritual yang tinggi. Menurut dia, dalam hikayat Ramayana ada sebuah episode dimana Jatayu berusaha merebut dewi Shinta dari Rahwana. Pada pertarungan tsb Jatayu kalah, dan tewas. Nah, darah Jatayu tsb menetes dan jatuh somewhere di Bali, tidak tahu dimana tepatnya, karena dia tidak mau menjelaskannya.
Last Updated ( Friday, 21 August 2009 )
Read more...
 
Menjadi World Class Sebuah Refleksi Ulang Tahun Print E-mail
Written by Humas   
Wednesday, 19 August 2009

Oleh HERU LEGOWO

”Menjadi perusahaan pelayanan jasa navigasi penerbangan dan pengelola bandar udara kelas dunia yang memberikan nilai tambah kepada stakeholder”

Image Visi kita ingin menjadi perusahaan pengelola bandara dengan kaliber ”world class”. Ini sebuah mimpi yang harus disikapi dengan bijaksana dan realistis. Jika tidak itu hanya akan benar-benar menjadi sebuah mimpi yang tidak kunjung menjadi sebuah realita. Kita akan terlelap dalam sebuah mimpi yang dalam dan tidak pernah bangun melihat kenyataan. World class begitu enak diucapkan dan membuat kita merasa sejajar dengan pengelola bandara di tingkat dunia. Mimpi boleh saja di set-up untuk memacu agar kita dapat mencapainya suatu hari nanti, entah kapan ! Tetapi upaya yang nyata juga harus kita lakukan !

Di sisi lain, kita hendaknya harus cukup bijaksana dan membuka mata dengan lebar perkembangan airport management di dunia. Paling tidak terlebih dahulu kita harus memperhatikan di tingkat Asia atau bahkan ASEAN, sebelum menengok ke tingkat dunia. Ini penting kita lakukan agar kita cukup sadar dan dapat dengan tepat menempatkan diri dalam peta pengelolaan bandar udara di tingkat dunia. 

Last Updated ( Wednesday, 19 August 2009 )
Read more...
 
Palembang Kota Selatan Print E-mail
Written by Humas   
Saturday, 15 August 2009
Oleh : HERU LEGOWO
 
Image
 
Image Jika mendengar Palembang asosiasi kita selalu merujuk kepada makanan khas :  pempek. Berikutnya bayangan kita baru beralih ke Jembatan Ampera, Sungai Musi, Plaju dan Sungai Gerong yang kita kenal sejak kita di bangku sekolah SD dan berikutnya Pupuk Sriwijaya. Sejak di bangku sekolah SD, sesuatu yang berkonotasi langsung dengan Palembang adalah kerajaan Sriwijaya. Jejak Jawa sangat terasa di Palembang. Mereka menyebut banyu untuk air, pedamelan = pekerjaan. Barangkali karena dari dulu ada hubungan yang erat antara wilayah ini dengan kerajaan di Jawa
Last Updated ( Saturday, 15 August 2009 )
Read more...
 
Museum Lokomotif Ambarawa Print E-mail
Written by Humas   
Thursday, 09 July 2009

Teks & foto : Heru Legowo

Image Ambarawa berada di Jawa Tengah, di ketinggian antara 475-500 m diatas permukaan laut. Kota yang dikenal karena legenda Rawa Pening. Alkisah, dahulu kala ada seorang anak kecil yang “terlupakan” masyarakatnya. Dia kemudian menantang semua orang untuk mencabut lidi yang ditancapkannya ke tanah. Semua orang mencoba, tetapi tidak ada yang mampu. Ketika kemudian dia sendiri mencabutnya, maka memancarlah air dari dalam tanah yang tidak berhenti. Air terus menerus keluar dan semakin besar; sehingga tercipta sebuah danau yang amat luas. Rawa Pening.
 
Ambarawa kota yang sejuk, dikelilingi gunung disekitarnya, antara lain Gunung Merbabu, Sumbing, Sindoro, Gajah Mungkur dan Telomoyo. Jaraknya 75 km dari Jogya dan 45 km dari Semarang. Di kota inilah juga pernah terjadi pertempuran para pejuang kita dengan tentara Belanda, yang terkenal sebagai Palagan Ambarawa. Yang paling menarik, Ambarawa memiliki sebuah Museum Lokomotif Tua. Museum ini sangat terkenal. Oleh karenanya, penulis penasaran ingin mengunjunginya. Dan kesempatan itu pun tiba. Di sela-sela kegiatan Jambora Pramuka Angkasa Pura I ke 6, yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Karanggeneng, 2 Juli 2009 yang lalu, penulis sempat meninjau sekilas museum ini. Walaupun tidak sempat mencoba naik kereta tua yang digerakkan dengan bahan bakar kayu, dan dijalankan dengan sewa Rp. 3,5 juta per pemakaian.


Last Updated ( Thursday, 09 July 2009 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 9 of 12