|
|
Bali dan Kemacetan |
|
|
|
Written by Humas
|
|
Wednesday, 19 August 2009 |
|
Oleh HERU LEGOWO  Bali menjadi kebanggaan kita semua. Kondisi keamanan yang semakin kondusif barangkali menjadikan daya tarik Bali semakin meningkat di dunia. Pasca demo besar-besaran di Thailand beberapa waktu yang lalu dan beberapa kekacauan di negeri gajah putih itu, membuat Bali menjadi alternatif pilihan yang semakin menarik. Indikasinya adalah semakin seringnya kegiatan yang bersifat internasional dilaksanakan di Bali. Setelah Bali Beach Game, sampai dengan pertemuan Forum International Coast Guard yang dihadiri oleh beberapa menteri beberapa minggu yang lalu; menjadi bukti nyata bahwa Bali semakin dipercaya sebagai tujuan wisata yang aman. Kondisi ini menjadi indikator pariwisata yang penting dan perlu terus dipertahankan. Penulis sudah bertemu dengan berbagai warga negara dan wisatawan asing, yang sudah berkeliling ke seantero penjuru dunia. Jika ditanya daerah mana yang ingin sekali mereka kembali lagi? Jawabannya hampir pasti, Bali! Bali mempunyai daya tarik yang begitu kuat. Bali memiliki taksu yang luar biasa. Kelebihan yang tidak banyak dimiliki daerah wisata lain di dunia. Salah seorang rekan penulis yang keturunan India Prem Bhojwani, bahkan mengatakan Bali memiliki nilai spiritual yang tinggi. Menurut dia, dalam hikayat Ramayana ada sebuah episode dimana Jatayu berusaha merebut dewi Shinta dari Rahwana. Pada pertarungan tsb Jatayu kalah, dan tewas. Nah, darah Jatayu tsb menetes dan jatuh somewhere di Bali, tidak tahu dimana tepatnya, karena dia tidak mau menjelaskannya.
|
|
Last Updated ( Friday, 21 August 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Menjadi World Class Sebuah Refleksi Ulang Tahun |
|
|
|
Written by Humas
|
|
Wednesday, 19 August 2009 |
|
Oleh HERU LEGOWO ”Menjadi perusahaan pelayanan jasa navigasi penerbangan dan pengelola bandar udara kelas dunia yang memberikan nilai tambah kepada stakeholder” Visi kita ingin menjadi perusahaan pengelola bandara dengan kaliber ”world class”. Ini sebuah mimpi yang harus disikapi dengan bijaksana dan realistis. Jika tidak itu hanya akan benar-benar menjadi sebuah mimpi yang tidak kunjung menjadi sebuah realita. Kita akan terlelap dalam sebuah mimpi yang dalam dan tidak pernah bangun melihat kenyataan. World class begitu enak diucapkan dan membuat kita merasa sejajar dengan pengelola bandara di tingkat dunia. Mimpi boleh saja di set-up untuk memacu agar kita dapat mencapainya suatu hari nanti, entah kapan ! Tetapi upaya yang nyata juga harus kita lakukan !
Di sisi lain, kita hendaknya harus cukup bijaksana dan membuka mata dengan lebar perkembangan airport management di dunia. Paling tidak terlebih dahulu kita harus memperhatikan di tingkat Asia atau bahkan ASEAN, sebelum menengok ke tingkat dunia. Ini penting kita lakukan agar kita cukup sadar dan dapat dengan tepat menempatkan diri dalam peta pengelolaan bandar udara di tingkat dunia. |
|
Last Updated ( Wednesday, 19 August 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Palembang Kota Selatan |
|
|
|
Written by Humas
|
|
Saturday, 15 August 2009 |
|
Oleh : HERU LEGOWO  Jika mendengar Palembang asosiasi kita selalu merujuk kepada makanan khas : pempek. Berikutnya bayangan kita baru beralih ke Jembatan Ampera, Sungai Musi, Plaju dan Sungai Gerong yang kita kenal sejak kita di bangku sekolah SD dan berikutnya Pupuk Sriwijaya. Sejak di bangku sekolah SD, sesuatu yang berkonotasi langsung dengan Palembang adalah kerajaan Sriwijaya. Jejak Jawa sangat terasa di Palembang. Mereka menyebut banyu untuk air, pedamelan = pekerjaan. Barangkali karena dari dulu ada hubungan yang erat antara wilayah ini dengan kerajaan di Jawa |
|
Last Updated ( Saturday, 15 August 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
Museum Lokomotif Ambarawa |
|
|
|
Written by Humas
|
|
Thursday, 09 July 2009 |
|
Teks & foto : Heru Legowo  Ambarawa berada di Jawa Tengah, di ketinggian antara 475-500 m diatas permukaan laut. Kota yang dikenal karena legenda Rawa Pening. Alkisah, dahulu kala ada seorang anak kecil yang “terlupakan” masyarakatnya. Dia kemudian menantang semua orang untuk mencabut lidi yang ditancapkannya ke tanah. Semua orang mencoba, tetapi tidak ada yang mampu. Ketika kemudian dia sendiri mencabutnya, maka memancarlah air dari dalam tanah yang tidak berhenti. Air terus menerus keluar dan semakin besar; sehingga tercipta sebuah danau yang amat luas. Rawa Pening. Ambarawa kota yang sejuk, dikelilingi gunung disekitarnya, antara lain Gunung Merbabu, Sumbing, Sindoro, Gajah Mungkur dan Telomoyo. Jaraknya 75 km dari Jogya dan 45 km dari Semarang. Di kota inilah juga pernah terjadi pertempuran para pejuang kita dengan tentara Belanda, yang terkenal sebagai Palagan Ambarawa. Yang paling menarik, Ambarawa memiliki sebuah Museum Lokomotif Tua. Museum ini sangat terkenal. Oleh karenanya, penulis penasaran ingin mengunjunginya. Dan kesempatan itu pun tiba. Di sela-sela kegiatan Jambora Pramuka Angkasa Pura I ke 6, yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Karanggeneng, 2 Juli 2009 yang lalu, penulis sempat meninjau sekilas museum ini. Walaupun tidak sempat mencoba naik kereta tua yang digerakkan dengan bahan bakar kayu, dan dijalankan dengan sewa Rp. 3,5 juta per pemakaian. |
|
Last Updated ( Thursday, 09 July 2009 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 12 |